Mengenal diri
Halo, wonderer~
Postingan ini aku tuliskan dari rangkuman materi 1-1 di HeiClass Siapakah Aku? #18 dari HeiAcademy.
_Happy reading and meet your wonder_
Hidup di era digital memungkinkan kita menerima info dan terhubung dengan orang lain. Namun di satu sisi arus deras informasi bisa bikin kita overwhelmed, kesepian hingga depresi. Everything seemed nice but doesn't solve our problem.
Tau ga kalau perasaan itu muncul karena kita detached dengan diri? Kuatnya koneksi dgn luar diri membuat kita berpikir bahwa solusi kebutuhan bisa terpenuhi dengan "nice things" yang ditawarkan dunia.
Tapi coba cek, seberapa kuat koneksi sama diri sendiri ?
Padahal kebutuhan tiap orang itu unik dan ada di dalam diri. Makanya penting buat membangun koneksi ke dalam diri.
Mulai mengenali diri, akan membantu kita memahami kondisi diri saat ini, nunjukin dari mana kita harus memulai, apa bekal yang kita punya, dan gimana menentukan jalan sampai ke tujuan.
Dengan mengenal diri kita juga membangun filter biar ga kepenuhan. Filter ini jadi pegangan, jadi jati diri, sehingga kita bisa mengelola hal² yang terjadi pada diri ini.
Kalau diibaratkan melakukan perjalanan, mengenali diri mirip dengan pintu. Yang jadi titik awal dalam memulai perjalanan, dan juga sebagai filter yg menyaring pilihan kita, antara yang perlu diambil dan tidak.
Sebagai penutup saya kutip pernyataan seorang ulama sufi, Yahya bin Muadz Ar-Razi :
ُمَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّه
Artinya, “Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya.”
Comments
Post a Comment